C65: Skill Pasif Shira

Chapter 65: Skill Pasif Shira

“Keluarkan skill buff kalian dulu kalau ada,” kata si wasit.

Shira diam. Sedang saat ini Frane tak mau membuang kesempatan lagi. Ia segera mengeluarkan empat skill buff berbeda, tiga skill dari skill set kelas Knight dan satu adalah skill rahasia Keluarga Blackwood.

nguuuaaang

Tubuhnya memancarkan cahaya biru secara perlahan-lahan. Kulitnya mengkilap, seperti logam licin yang memantulkan cahaya matahari.

Para petarung yang memiliki kelas Knight mengangguk-anggukan kepala ketika melihat skill buff rahasia milik Blackwood. Mereka tahu skill itu. Beberapa puluh tahun hanya bisa dipelajari Knight berdarah keturunan keluarga kerajaan East Tiramikal Kingdom.

Beberapa puluh tahun yang lalu, manual skill itu menghilang, kemudian muncul lagi di resimen prajurit veteran. Pemilik skill itu, adalah seorang prajurit tua yang hampir mencapai usia pensiunnya, salah satu Knight terbaik yang dimiliki East Tiramikal Kingdom ratusan tahun belakangan ini. Rumor mengatakan Raja sendiri yang menganugerahi prajurit veteran tersebut dengan manual skill buff, yang selama ratusan tahun menjadi kebanggaan kerajaan untuk menghargai jasanya selama mengabdi untuk kerajaan.

Dan prajurit veteran yang dianugerahi oleh sang Raja adalah kakek buyut Frane Blackwood sendiri.

‘Emperor Blessing’. Itulah nama skill buff rahasia Keluarga Blackwood. Lahir di era kekaisaran sebelum menjadi East Tiramikal Kingdom, skill buff tersebut banyak sekali mendapat kejayaan dan kekaguman di mata masyarakat.

Bahkan jika seseorang melatih skill ‘Emperor Blessing’ ke level 2 saja, ia bisa menaikkan hit point-nya sebesar 20% dan damage hingga sekitar 40%.

“’Emperor Blessing’, aku gak menyangka bisa melihat skill itu kali ini. Ayahku mengatakan dulu bila prajurit East Tiramikal Kingdom sudah menggunakan buff ‘Emperor Blessing’, momentum mereka di medan pertempuran hampir mustahil untuk dibendung,” kata seorang Knight dari kerajaan lain berdecak-decak kagum. Ketika orang-orang mendengar ucapannya, mereka hanya mengangguk, karena tahu dulu kerajaan si Knight itu dan kerajaan East Tiramikal Kingdom ini pernah berperang karena selisih wilayah.

“Benar sekali. Sebenarnya Frane Blackwood ini memiliki potensi yang hebat. Latar belakang keluarganya tak bisa diremehkan, bahkan sesepuhnya dianugerahi salah satu manual skill terbaik East Tiramikal Kingdom. Kalau mereka memiliki darah keluarga kerajaan, gak bakal ada orang yang berani menendangnya seperti tadi,” kata seorang bangsawan yang duduk menonton di pondong. Karena ia berasal dari keluarga elite, orang itu mencibir ketika ada seorang rakyat jelata dari desa kecil ini yang berani bersikap tak sopan menendang pantat anak bangsawan seperti Frane Blackwood.

“Anak yang bernama Shira itu hanya bisa menang karena bermain curang. Seharusnya duel ini hanya bisa sah bila pemenangnya mengeluarkan musuh hanya jika ia bisa menekannya keluar. Menendang musuh dari belakang, barbar sekali! Gak bisa diterima!” sahut seorang bangsawan lain dengan suara dingin.

“Duel ini sama sekali gak beretika. Aku menyesal datang jauh-jauh ke desa primitif seperti ini,” tambah bangsawan yang lain.

Orang-orang yang mendengar komentar para bangsawan itu banyak yang mengeluarkan desisan tak puas. Terutama penghuni Desa Badril, mereka tak menyukai ada orang luar yang menjelek-jelekkan desa mereka sendiri. Tapi mereka bisa berbuat apa? Dari status sosial dan kekuatan, mereka kalah jauh. Mereka hanyalah rakyat jelata, sama sekali tak penting. Jadi hanya bisa diam menahan marah.

“Tahu apa kalian,” saat ini seorang pria berbaju kasual juga ikut menyahut. “Kalian komentar hanya melihat skill buff anak Blackwood itu. Apa kalian gak melihat skill si bocah Yashura itu?”

Semua orang melihat ke arah pria ini. Walau ia berpenampilan seperti warga Desa Badril yang harus berjemur matahari untuk menonton duel, tetapi kenyataannya ia duduk di salah satu tempat yang paling bagus di pondong.

Warga Desa Badril tak tahu siapa orang ini, karena wajahnya yang biasa saja dan penampilannya yang sederhana. Tapi banyak pendatang dari kerajaan lain yang mengenalnya.

“Mr. Takeshi!” seru seseorang ketika menyadari wajah orang itu.

“Mr. Takeshi? Mana-mana?” tanya yang lain.

“Mr. Takeshi, eselon tinggi dari Water Pillar Temple yang terkenal itu datang ke sini?”

“Ranger Tier 3, gak ada yang tau level aslinya! Rumor mengatakan dia adalah pendekar hebat, salah satu prajurit Templar terbaik yang sudah menghabisi ribuan penganut okultis sesat! Mr. Takeshi si Pembantai!”

Ketika namanya diumumkan, Mr. Takeshi tak bersikap besar kepala. Ia hanya mengangguk kecil sebagai konfirmasi identitasnya.

Para penonton langsung menjadi ricuh. Semua orang ingin mendapatkan kesempatan untuk melihat sekilas sosok Mr. Takeshi dengan mata mereka sendiri.

Siapa yang tak menjadi gila? Mr. Takeshi adalah pahlawan generasi ini, yang kejayaannya sudah menyebar ke seluruh penjuru Tiramikal!

Reputasinya tak seperti Jhuro yang hanya terkenal di dunia petarung bawah tanah saja. Nama Mr. Takeshi, sudah melekat di hati rakyat jelata, karena statusnya yang sederhana. Ia hanyalah seorang anak yatim piatu sewaktu muda, menjadi naga yang berkoar di langit biru setelah dewasa. Seorang figur impian anak-anak di Benua Tiramikal.

Cepat saja, semua perhatian tak lagi tertuju pada Mr. Takeshi. Mereka sudah lupa pada peserta duel yang tengah mengeluarkan skill buff mereka sebelum pertandingan dimulai.

“Mr. Takeshi, bisakah aku meminta tanda tanganmu?!” sahut seorang pemuda Desa Badril.

“Salaman sama Mr. Takeshi saja aku bisa mati tenang! Mr. Takeshi, aku adalah penggemar setiamu seumur hidup!”

“Mr. Takeshi datang ke desa kita, oh akhirnya Tuhan kasihan padaku setelah lima tahun jadi ‘orang biasa’. Akhirnya sekarang aku bisa menjadi ‘orang biasa yang pernah bertemu Mr. Takeshi’.”

Semua orang bersemangat. Mereka masih setengah tak percaya kalau seorang dengan penampilan biasa seperti ini ternyata adalah Mr. Takeshi. Termasuk Frane Blackwood. Ia melihat ke arah Mr. Takeshi dengan mata penuh harap, ingin sekali dipuji oleh figur terkenal sepertinya. Tapi peformanya sendiri sangat buruk tadi, ia akan membayar kegagalannya di babak ini!

Melihat semangat para penonton karena kehadiran Mr. Takeshi, Kepala Desa Badril pun sebenarnya ingin mengambil kesempatan.

“Semua orang di sini sudah pernah mendengar kehebatan dan reputasi Mr. Takeshi yang mendunia. Pengalaman dan kewibawaan Mr. Takeshi adalah harta karun bagi kami. Sepertinya tadi kami mendengar Mr. Takeshi memiliki opini tersendiri setelah melihat babak pertama tadi. Bisakah Mr. Takeshi menerangi kami?”

Kepala Desa Badril meminta Mr. Takeshi memberikan komentar. Di antara semua penonton, siapa yang lebih pantas memberi komentar dibanding Mr. Takeshi? Memang banyak yang memiliki status sosial ketimbangnya seperti Pangeran Tua Tatalghia Kingdom dan Sect Master Purple Garden Sect.

Tapi ia adalah Mr. Takeshi, si Mr. Takeshi satu-satunya yang ada di dunia ini! Ia tak terkenal karena latar belakang keluarganya, atau sektenya, reputasinya yang mendunia ia dapatkan dari keringat dan darahnya sendiri. Terkenal telah dibaptis oleh ratusan pertempuran yang mematikan, tentu akan memberikan Mr. Takeshi kualifikasi untuk memberi suara tentang pertarungan tadi.

“Kalau begitu, aku mohon hadirin semua mendengarkan pendapatku yang sederhana ini,” kata Mr. Takeshi sambil mendeham melegakan tenggorokannya. “Aku bertanya pada hadirin sekalian. Apa tadi, saat pertarungan singkat di babak pertama, ada yang menyadari pemuda Shira Yashura ini menggunakan skill pasif untuk menghindar serangan musuhnya?”

Mendengar itu, orang-orang langsung terkejut.

“Skill pasif? Bukannya dia adalah seorang Novice? Hei, hei? Apa benar Novice bisa mempelajari skill pasif?”

“Memang bisa, tapi jarang sekali ada buku manual skill pasif yang cocok dipelajari untuk Novice. Bahkan clan dan keluarga kuno yang berdiri selama ribuan atau belasan ribu tahun belum tentu memiliki skill pasif seperti ini.”

“Kalau dari seorang petarung memiliki sebuah skill sebelum mendapatkan kelasnya, skill itu akan bertahan seumur hidup. Makanya ada yang bilang, seorang jenius akan lahir dengan skill sejak dini!”

“Hal ini benar-benar membuka mataku. Ternyata keluarga kecil tak dikenal bernama Keluarga Yashura ini bukan keluarga biasa,” banyak orang yang memuji demikian. Tetapi Keluarga Yashura sama sekali tak tersanjung karena masih gemetar ketakutan karena sikap angkuh Shira pada Pangeran Tatalghia tadi.

“Apa ada orang yang tau apa nama skill pasif yang dimiliki Yashura?” tiba-tiba seorang bertanya demikian di tengah-tengah penonton. Semuanya pun menghadap ke tempat duduk Yashura.

Shuro Yashura, pemimpin Keluarga Yashura, mengeluarkan tawa pahit. Ia sama sekali tak tahu skill yang orang-orang ini maksud. Bahkan Mila Yashura pun, orang yang paling dekat pun tak tahu apa-apa. Shira dikenal aneh di keluarganya. Selalu bermain di tempat sepi dan menyendiri. Tak ada yang tahu, ketika ia berlatih, Shira sudah belajar apa. Jadi wajar jika keluarganya sendiri tak ada yang mengenali skill pasif Shira.

Melihat wajah-wajah bingung Keluarga Yashura, Mr. Takeshi mengerti keadaan yang sebenarnya. Shira memiliki seorang instruktur atau guru rahasia yang mengajari dari belakang. Hal ini wajar di kalangan para petarung. Bahkan ia sendiri pun, walau terkenal luar biasa, hanya beberapa orang saja yang mengetahui siapa yang sudah mengajarinya.

“Mr. Takeshi, Anda memiliki pengalaman dan pengetahuan yang luar biasa. Apakah Anda bisa mengenali skill pasif tersebut?” tanya seseorang dari penonton. Akan lebih masuk akal bila ia bertanya pada orangnya langsung. Tapi siapa yang akan melewatkan kesempatan untuk bisa berdialog dengan orang terkenal?

Mr. Takeshi pun mengelus dagunya. “Aku gak tau banyak tentang skill pasif yang cocok untuk dipelajari seorang Novice. Tapi aku tau tentang satu skill pasif yang seperti itu... dan kebetulan sekali, skill pasif yang kutau juga memiliki efek meningkatkan dodge rating secara drastis, membuat si petarung gak bisa disentuh oleh serangan musuhnya.”

Shira awalnya tak terlalu peduli pada sesi komentar ini. Walau ia mengenali Mr. Takeshi sebagai seorang yang terkenal, tapi ia sudah bertemu dengan Pendekar Pedang Kidal sendiri, Kakek Lharu sang legenda. Dibanding dengan kehebatan Kakek Lharu, reputasi semua pahlawan Benua Tiramikal hanyalah kisah dongeng sebelum tidur semata.

Tapi sekarang ia menaikkan alisnya, melihat ke arah Mr. Takeshi sambil memiringkan kepalanya. Apa Mr. Takeshi mengenali skill pasif yang ia miliki?

Arwah Baik Hati mengatakan padanya, skill ‘Water Flowing Style’ adalah skill rahasia yang ia simpan ribuan tahun. Selain Kakek Lharu yang memiliki skill itu entah dari mana, ia mengira tak akan bertemu dengan orang lain yang mengetahui skill ‘Water Flowing Style’ ini.

Mr. Takeshi menggeleng-gelengkan kepala setelah beberapa lama menimbang-nimbang.

“Gak mungkin anak semudanya bisa menguasai skill itu,” katanya pada diri sendiri kemudian.

“Lalu, Mr. Takeshi, selain skill pasif Shira Yashura, apakah Anda bisa mengomentari hal lain?” pinta Kepala Desa Badril lagi.

Loading...